Selasa, 05 Juni 2012

Survei online "Pentingnya email bagi mahasiswa"



Pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2012, saya melakukan survei online kepada teman Psikologi mata kulaih psikologi pendidikan. Dan saya ingin meneliti tentang “Pentingnya email untuk mahasiswa”. Dan setelah kuisioner saya disebar di facebook Mk.Psi Pddk, teman-teman saya mengisi kuisioner saya, dan saya juga membantu mengisi kuisioner mereka. Lalu setelah 2 minggu mengumpulkan partisipan, saya pun mendapatkan 73 partisipan yang telah mengisi kuisioner saya. Inilah nama partisipan tersebut :

*Nama Partisipan

Novika Susi Lestari                                        
Christyn Elisabeth Siagian
Fiorella Silviani S
Defi Chairunisa   
Darmayantie Syahputri
Yap Rima Oktavya Sinaga
Sulistia Putri       
Lisdiana Sani Namora Harahap
Edwin Mangatur Sirait
Merinda Rika
Merry Christine Sitorus
Defi Chairunisa
Rika Damayanti
Frans Ariadi Ginting
Ayu Puspita
Novika Susi Lestari
Putri Azura Ulandari
Nita Permata Sari siregar
Desi M Maloky
Paskha Yohana
Citra Wahyuni
Safrida Liasna
Oktorianta
Nurfazrina
Winda Lidya Sari
Fiorella Silviani S
Cynthia Marilyn Sitompul
Oktavia Rizky Rosayanti Putri
Dina Maharani
Siti Rizki Kartika
Rizki Hasanah
Cynthia Marilyn Sitompul
Grace Theresia Sihotang
Priscilla D R S
Ratri Ps
Andhika Satria
Liandra Khairunnisa
Cellia Elisabeth Saragih
Dinda Rizvina Nasution
Vilya Sutanto
Laili Isrami
Shellani Raudoh
Dhara Puspita H
Rizki Nugroho
Sulistia Putri
Yunita
Ratri Ps
Rifany Saragih
Agnes Crista Siagian
Christine Natalia Tarigan
Aisyah Huwaida S
Yanade Laila Rambe
Lusia Fitri Ayu Pardede
Ariansyah
Resi Pratiwi Rionga
M Yani Bagus Irianto
Lusia Fitri Ayu Pardede
Dwi Kartika Harahap
Simson Pasaribu
Gustina Handayani Harahap
Raffles pardede
Berliana Mega Sari L
Ahmad Khalid
Janpringatan Purba
Laili Isrami
Fitri Silaen
Adolf Purba
Friska Pontoria
Nurhikmah
Fera
Vera Siregar
Siti Habibah Rhadiatullah
Ahmad Khalid



*Pertanyaan yang saya berikan pada partisipan dan hasil yang saya dapatkan :
Apakah anda mempunyai email ? 
 Yes 
 73 
 100.00% 
 No 
 0 
 0.00% 

Apakah selalu menggunakan email saat ingin mengirimkan pesan?

 Yes 
 34 
 50.00% 
 No 
 34 
 50.00% 

Apakah anda memiliki lebih dari satu email?

 Yes 
 66 
 97.06% 
 No 
 2 
 2.94% 

Apakah anda mengalami kesulitan saat anda membuat email?

 Yes 
 8 
 11.94% 
 No 
 59 
 88.06% 

Apakah semua tugas yang diberikan oleh dosen anda dikrim melalui email?

 Yes 
 28 
 41.18% 
 No 
 40 
 58.82% 

Apakah anda orang yang aktif menggunakan email?

 Yes 
 50 
 74.63% 
 No 
 17 
 25.37% 
Apakah email membantu memudahkan tugas anda?

 Yes 
 66 
 98.51% 
 No 
 1 
 1.49% 

Setahu anda, apakah teman anda mempunyai akun email ?
 Yes 
 67 
 100.00% 
 No 
 0 
 0.00% 

Selain email apakah anda mempunyai cara lain untuk mengirim pesan?

 Yes 
 60 
 88.24% 
 No 
 8 
 11.76% 

Apakah anda setuju jika email digunakan sebagai sarana utama dalam hal kirim-mengirim pesan?

 Yes 
 39 
 58.21% 
 No 
 28 
 41.79% 

*Kesimpulan
Kesimpulan yang saya dapat dari hasil penelitian ini adalah :

1    Semua mahasiswa telah mempunyai email dan setengah dari partisipan sering menggunakan email untuk kirim-mengirim pesan
2.  Sebagian partisipan mengatakan bahwa dosen sering mengirimkan tugas melalui email, sehingga email dianggap salah satu alat yang sangat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas, terutama tugas perkuliahan.


     3.     58,21 % setuju apabila email digunakan sebagai sarana utama dalam hal kirim-mengirim pesan, hal ini mungkin dipengaruhi beberapa factor :
·        Hemat biaya
·        Cepat
·        Email dapat mengirimkan pesan dalam bentuk tulisan, gambar dan sebagainya sehingga sangat efektif dan efisien
      4.     Email sangat penting bagi mahasiswa karena email sangat membantu untuk mengirimkan tugas yang diberikan oleh dosen, untuk berinteraksi dengan teman-teman, serta segudang manfaat lainnya

Itulah hasil dari kuisioner online saya, ini adalah kuisioner online pertama saya sehingga saya sangat menyadari banyak kekurangan dimana-mana. Semoga anda dapat memakluminya dan kuisioner online saya ini berguna untuk semua. Terima kasih ^^

Sabtu, 12 Mei 2012

Resume Blended Learning

Blended learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online yang dapat diakses selama 24 jam penuh, dimanapun dan kapanpun. Saya memprediksi di masa depan trend belajar dengan blended learning akan semakin populer di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini didukung oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah dimasa sekarang seluruh orang telah menggunakan teknologi dalam hal apapun. Dan saya yakin suatu saat sistem pembelajaran di indonesia akan menggunakan sistem blended learning ini karena dizaman secanggih ini semua orang sangat memerlukan sistem untuk dapat mengakses informasi dengan cepat dan berkomunikasi dengan lancar tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dan sistem pembelajaran yang didapat lebih efektif dan lebih efisien. 

Jumat, 11 Mei 2012

Pengalaman menggunakan blended learning



Hari ini saya akan menceritakan pengalaman saya menggunakan system blended learning dalam mata kuliah pendidikan di kampus psikologi USU. Jumat, 11 mei 2012 adalah pertama kalinya kami menggunakan system blended learning dalam menjalankan aktivitas perkuliahan. Menggabungkan system tatap muka dan menggunakan teknologi google talk membantu kami dalam menjalankan perkuliahan. Dimana perkuliahan dimulai dengan membuat conference satu kelas dengan ibu dosen, IBU DINA. Kami pun mulai mengabsen dengan menggunakan conference tersebut dan absen tertulis pun tetap berjalan karena sebagian ada yang tidak membawa laptop. Hal positif yang bisa saya dapatkan dari system blended learning ini ialah saya dapat berdiskusi dengan teman kelompok untuk membahas topic yang diberikan doesn kepada kami. Selain dengan teman kelompok, saya juga dapat berdiskusi dan berbagi informasi dengan teman lainnya melalui GTALK. Selain dapat menghemat waktu, hal ini juga dapat menghemat penggunaan kertas karena setiap hasil diskusi  yang didapat tidak perlu dicatat dikertas tetapi cukup disimpan dalam sebuah file. Jadi bias sedikit menghemat kertas. Selain sisi positif ternyata blended learning ini juga mempunyai sisi negative juga loh. Ada beberapa mahasiswa yang tidak mempunyai laptop sehingga tidak bias mengakses Gtalk untuk berdiskusi. Walaupun beberapa mempunyai smarthphone tetapi smartphone tersebut tidak begitu bisa diharapkan. Masalah yang kedua adalah kualitas jaringan , sinyal yang jelek sangat mengganggu dalam diskusi yang kami lakukan. Terkadang diskusi yang kami lakukan terputus hanya karena ketiadaan sinyal. Seharusnya masalah jaringan adalah hal yang perlu dibenahi agar system blended dapat berjalan lancer seperti yang diharapkan. Karen dengan semakin canggihnya dunia teknologi dampaknya akan sangata terasa dalam berbagai aspek termasuk dalam aspek pendidikan. Sehingga jika jaringan kita sudah baik dan mumpuni system blended learning pun akan bisa digunakan dan tidak ada lagi masalah yang berarti.

Kamis, 10 Mei 2012

Review - Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus(ABK)

1. Apa itu ABK ?
*suran & rizzo, ABK adalah anak yang memiliki perbedaan dalam beberapa dimensi penting dari fungsi kemanusiannya. Mereka adalah yang terhambat fisik, psikologis, kognitif, dan sosialnya sehingga memerlukan penanganan yang terlatih dari tenaga profesional.
apkan sisi
*mangunsong, ABK adalah anak yang membutuhkan pendidikan dari layanan khusus untuk mengoptimalkan kemanusiannya secara utuh.


2. Istilah dalam ABK


  • disability, menunjukkan berkurang atau hilangnya fungsi organ dalam bagian tertentu, sering bergantian dengan "impairment".
  • handicap, masalah atau dampak dari kerusakan disability atau impairment yang dialami individu ketika berinteraksi dengan lingkungan.
  • at risk, anak yang meskipun tidak terindentifikasi memiliki kerusakan namun berpeluang hambatan atau masalah tertentu.
3. SBK dan Pendidikan Khusus
- Siswa berkebutuhan khusus(SBK) adalah mereka yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan anak lainnya.
- Pendidikan khusus adalah instruksi yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhn dari SBK.
  Tujuannya adalah :
  • mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi
  • mengembangkan kehidupan anak didik sebagai anggota masyarakat
  • mempersiapkan siswa untuk dapat memiliki ketrampilan sebagai bekal untuk dunia kerja
  • mempersiapka  anak didik dan siswa untuk mengikuti pendidikan lanjutan
4. Bentuk pendidikan anak luar biasa ( PALB )
- Sekolah Luar Biasa ( SLB ) terdiri dari
  • TKLB
  • SDLB
  • SLTPLB
  • SMALB
- Sekolah Inklusi

5. Jenis pendidikan khusus 
*SLB A : untuk Tuna Netra
 persyaratan : Keterangan dari dokter mata, umur sebaiknya 3-7 tahun dan tidak lebih dari 14 tahun
*SLB B : untuk Tuna Rungu
 persyaratan : Keterangan dari dokter THT, umur sebaiknya 5 - 11 tahun
*SLB C : untuk Tuna Grahita IQ 50-75
  SLB C1 : untuk Tuna Grahita IQ 25-50
 persyaratan : Keterangan IQ dari psikolog dan sekolah terakhir
*SLB D : untuk Tuna Daksa dengan IQ normal
  SLB D1 : untuk Tuna Daksa dengan IQ dibawah rata-rata
 persyaratan : Keterangan dari dokter umum, ortopedi dan syaraf, dan psikolog sebaiknya umur 3-9 tahun
*SLB E : untuk Tuna Laras
 persyaratan : anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri atau pernah melakukan kejahatan, umur 6-18 tahun
*SLB G : untuk Tuna Ganda
 persyaratan : Keterangan dari dokter dan psikolog

6. Istilah dalam pendidikan khusus 
- Segresi, ABK yang belajar dalam lingkungan yang berisi ABK juga.
  Jenisnya dapat berupa TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB
  Kelemahan :
 > fokus pada yang tidak dapat dilakukan anak sehingga menimbulkan masalah konsep diri
 > anak cenderung terisolasi sehingga kehilangan kesempatan bergaul dengan teman sebayanya yang normal

 - Integrasi, ABK diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan anak normal di sekolah reguler
   > berada dalam satu kompleks sekolah umum dengan jadwal dan gedung yang berbeda
   > anak belajar di kelas khusus dulu, sebelum dianggap normal

 - Inklusi, penempatan anak berkelainan tingkat ringan, sedang, dan berat secara penuh di kelas reguler, layanan penididikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan di layani disekolah-sekolah terdekat dan di kelas reguler bersama teman-teman sebayanya  yang normal.





Selasa, 24 April 2012

TEKNOLOGI dan PENDIDIKAN

with :
Rahel M Saragih      (11-092)
Cynthia M Sitompul (11-070)


1. Persinggungan antara teknologi dan pendidikan ?
2. Penggunaan internet disekolah, bagaimana konteks internet dengan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Medan ?
3. Apa itu ubiquitos computing dan bagaimana tanggapan tentang ubiquitos computing ?

JAWABAN

1. Persinggungan teknologi dengan pendidikan
·         Teknologi seperti internet, computer dan peralatan elektronik lainnya sangat membantu dalam proses belajar mengajar, dengan teknologi interaksi anatara guru dan murid dan sebaliknya lebih aktif dan efektif
·         Mengikuti perkembangan jaman, dimana setiap orang diharapkan peka terhadap perkembangan teknologi
·         Mempersiapkan peserta didik untuk dapat terjun ke dunia kerja dan peserta didik mampu berkompetisi dalam dunia kerja yang akan mereka hadapi dimasa datang.
2. Berdasarkan pengalaman kami, Internet mulai dipergunakan dalam pembelajaran sejak SMA.§ -Penggunaannya bermanfaat dalam membantu menambah wawasan sesuai dengan yang kami ketahui beberapa sekolah telah memulai penggunaan internet atau computer sejak SD,  tetapi sebagian besar mulai menggunakan internet atau teknologi di SMP.


§         - Penggunaannya pun belum terlalu aktif di kelas, hanya sekedar menggunakan computer atau internet. Pendidikan di Medan mungkin sudah menggunakan computer dan internet namun dalam hal ini pendidikan belum berpusat pada penggunaan teknologi tersebut.
3. Ubiquitos computing adalah distribusi computer ke lingkungan , dimana seluruh lingkungan telah mampu untuk mengakses internet dan infomasi tanpa harus menggunakan computer tetapi dapat mengaksesnya dengan alat yang lebih mudah dibawa kemana-mana seperti tablet, smartphone dan lain sebagainya.
Kami setuju dengan pengguanaan ubiquitos computing ini karena lebih simple mudah dibawa kemana-mana dan dengan kemudahan itu kita bisa mengakses informasi dimanapun kita berada.

Senin, 09 April 2012

Psikologi Sekolah

with :
Ayu Puspita             (11-078)
Liandra Khairunnisa (11-100)




1.    Kedudukan Psikologi Sekolah dalam ilmu Psikologi
    Psikologi sekolah merupakan bagian dari psikologi pendidikan. Psikologi sekolah mempelajari tentang proses mental dan perilaku dalam ruang lingkup lingkungan sekolah. Psikologi sekolah berfokus pada siswa, guru selaku pengajar, serta orangtua siswa.

2.    Perbedaan Psikologi Sekolah dan Psikologi Pendidikan
  
Psikologi pendidikan : mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan keefektifan suatu pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.
Psikologi sekolah : usaha untuk menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.
Jadi, psikologi pendidikan adalah pokoknya (berhubungan dengan cara pengajaran), sedamgkan psikologi sekolah adalqah cabangnya (berhubungan dengan anak didik di sebuah instansi sekolah)

3.    Fungsi Sekolah sebagai agen perubahan
        
    Sekolah seharusnya memiliki fungsi dan peran dalam perubahan -perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala aspek. Dalam hal ini, sekolah memiliki dua karakter secara umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsi dan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sistem. Kedua, mengenali individu yang berbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan.
Sebagai agen perubahan sekolah berfungsi sebagai alat :  
  • Pengembangan pribadi
  • Pengembangan budaya
  • Pengembangan bangsa
  • Pengembangan warga


 4.    Metode dalam system pengajaran di sekolah dapat berupa : 
 a.Metode ceramah
      Bahan pelajaran disajikan oleh guru sehingga siswa memahami informasi dari materi pelajaran.  

     b.Metode diskusi
   Penyajian bahan pelajaran melalui suatu masalah yang harus diselesaikan secara bersama dengan bimbingan guru.

c.Metode demonstrasi
   Penyajian pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung pada objeknya atau caranya melakukan sesuatu.

5.    Permasalahan-permasalahan Psikologi sekolah
           
      Masalah yang sering terjadi di sekolah adalah masalah absensi, cabut, kurang aktif dalam belajar, tidak membuat tugas, berkelahi dengan teman, dsb. Hal ini dapat diatasi dengan cara pendekatan awal dengan siswa, mencari tahu apa penyebab mereka melakukan hal itu, kemudian kita carikan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah siswa tersebut. Misalnya jika ia sering absen kita cari tahu apa alasan mengapa hal itu terjadi apa karena ia memang orang yang tergolong malas, tidak suka dengan pelajaran yang akan dihadapi, atau ada hal-hal lain yang menyebabkan ia sering melakukan absen. Setelah kita tahu apa alasannya selanjutnya kita melakukan pendekatan dengan menekankan bahwa absensi itu sangat berpengaruh kepada prestasi dia di sekolah, semakin dia rajin untuk datang semakin mengerti pula dia dengan pelajaran yang diajarkan. Walaupun pada konteksnya dia tidak suka dengan pelajaran itu, namun kita dapat menyuruhnya untuk dapat hadir dan duduk tenang dan tidak perlu melakukan hal apapun, jika hal ini terjadi secara terus menerusmaka lama kelamaan ia akan terbiasa untuk dapat hadir dikelas tanpa ada absensi.

6.    Fungsi dan peranan Psikolog sekolah dan Psikologi sekolah

Fungsi & Peran psikolog sekolah
 - Memberikan konseling, pengajaran, dan pendampingan bagi mereka berjuang dengan masalah sosial, emosi, dan perilaku 
 -Meningkatkan prestasi dengan menilai hambatan belajar dan menentukan strategi instruksional terbaik untuk meningkatkan pembelajaran
 -Mempromosikan kesehatan dan ketahanan dengan memperkuat komunikasi dan keterampilan sosial, pemecahan masalah, manajemen kemarahan, self-regulasi, penentuan nasib sendiri, dan optimism
-Meningkatkan pemahaman dan penerimaan beragam budaya dan latar belakang

Fungsi & Peran psikologi sekolah
-Pengukuran kesiapan pendidikan, memungkinkan pelajar untuk mendapatkan manfaat semaksimal mungkin dari fasilitas yang diberikan sekolah
-Pengukuran prestasi belajar, kegunaannya terbagi 3 yaitu :
  a.fungsi instruksional yaitu menemukan kesukitan dalam belajar dan atau keperluan perbaikan dalam proses belajar mengajar
  b.fungsi administrative berkaitan dengan penyaringan siswa, pemberian status akhir kepada siswa, dan mengevaluasi hasil belajar mengajar siswa
  c.fungsi bimbingan yaitu menemukan kemampuan-kemampuan yang belum terlihat, dan memabntu memilih jurusan sesuai dengan kemampuan siswa.


7.    Hal-hal yang diberikan dalam kaitannya dengan layanan psikologi sekolah
a. memberikan pelayanan tes intelegensi
b. melakukan wawancara dengan siswa, mahasiswa, guru atau dosen, orangtua, serta orang  yang terlibat dalam pendidikan siswa atau mahasiswa
c. melakukan observasi siswa di kelas, tempat bermain, serta tempat kegiatan lainnnya
d. mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa
e. memberikan konsultasi bagi sekolah dalam menyelesaikan berbagai masalah di sekolah, serta membantu menyeleksi, penempatan, serta urusan personalia lainnya.

8.    Peranan Psikolog sekolah, Psikolog pendidikan, dan guru BP.
a.psikolog sekolah, lebih kepada pengembangan kelas yang berhubungan dengan siswa dan guru, serta memantau prestasi, dan motvasi siswa
b.psikolog pendidikan, mengenai pendidikan sejak pra-sekolah sampai perguruan tinggi
c.guru BK, focus pada siswa, mengembangkan minat, bakat serta potensi yang dimiliki siswa