Sabtu, 05 April 2014

Tugas Kelompok Pedagogi

Oleh Kelompok 4

LAILI ISRAMI                    (11-020)
AJENG DIAH ANDHINI   (11-024)
ZULFA DZATAROHMAH (11-108)
NADYA INDAH                  (12-006)


BAB I
LATAR BELAKANG

Kita hidup di zaman globalisasi ketika semua informasi dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Pekerjaan juga dapat terselesaikan dengan cepat berkat kecanggihan teknologi. Selain itu kompetensi yang dimiliki individu terkait teknologi juga sangat dibutuhkan. Bahkan, fakta dilapangan banyak anak-anak usia sekolah dasar telah menggunakan gadget canggih. Kurikulum di sekolah juga telah memasukkan pelajaran teknologi informasi termasuk praktek langsung menggunakan komputer di laboraturium. Teknologi sendiri berarti keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Contoh dari teknologi disini seperti laptop, handphone, tablet, dan banyak lagi. Tetapi kelompok hanya fokus pada teknologi berbasis laptop atau personal computer (PC).
Karena kebutuhan teknologi yang mendesak pada anak, maka dari itu kami ingin mengenalkan tentang laptop/PC dan Ms. Word. Karena Ms. Word adalah aplikasi kemampuan dasar yang harus dikuasai dalam program Ms. Office. Kami disini ingin mengajarkan dengan  metode pedagogi, dimana kami membimbing anak-anak tersebut dalam mengoprasikan laptop/PC secara umum.

a.    Komunitas: Anak-anak Desa Karang Rejo

·         Jumlah anak                               : 5 orang
·         Background pendidikan anak : Sekolah Dasar (SD)
·         Kebutuhan anak                     :
-          Mengenal  tentang teknologi (laptop/PC)
-          Dapat menggunakan teknologi (laptop/PC)
b.    Waktu
·         Jumlah pertemuan            : 3 kali pertemuan
·         Waktu setiap pertemuan  : Pukul 17.00 WIB - 18.00 WIB (60 menit)
c.    Setting Tempat
·         Lokasi                              : Di teras belakang rumah salah satu anak
·         Fasilitas yang digunakan    :
-          Laptop (5 buah)
-          Charger
-          Meja
-          Kertas
-          Alat tulis (pulpen, pensil)
·         Lay out ruangan
-          Teras berada di belakang rumah di mana terdapat halaman yang luas di belakangnya dengan berbagai macam tanaman tumbuh. Seperti bunga, pohon, dan rumput hijau. Ubin lantai terbuat dari keramik berwarna hitam dan meja yang terbuat dari kayu.
-          Posisi duduk peserta didik berada disebelah pengajar.  Dengan laptop diatas meja dan berada di depan masing-masing peserta didik.
  
BAB II
KONSEP RANCANGAN BELAJAR

A.  Pembagian Sekuen Pembelajaran
1. Pertemuan pertama, Senin, 31 Maret 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan  (10 Menit)
-          Mengucapkan selamat sore
-          Memperkenalkan diri setiap anggota kelompok
-          Menanyakan kabar hari ini
-          Perkenalan pada masing-masing peserta didik
-          Menanyakan kegiatan apa yang dihabiskan selama hari libur

·         Isi (40 menit)
-          Materi: Pengenalan laptop/PC
ü  Menunjukkan cara menghidupkan laptop/PC
ü  Menunjukkan aplikasi umum  yang terdapat di laptop/PC seperti games, word, excel, chrome, mozilla dan lain lain

·         Penutup (10 Menit)
-          Menanyakan kembali apa saja yang telah diajarkan atau diberitahu kepada peserta didik
-          Memberikan snack berupa wafer kepada seluruh peserta didik
-          Mengucapkan selamat sore dan selamat beristirahat

2. Pertemuan kedua, Selasa, 1 April 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan (10 Menit)
-          Mengucapkan selamat sore
-          Menanyakan kabar hari ini
-          Menanyakan kegiatan di sekolah tadi

·         Isi (40 menit)
-          Materi: Pengenalan Ms.Word
ü  Secara singkat menggulang materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya
ü  Mengajari cara mengetik, pengenalan toolbar yang ada pada program Ms.Word
ü  Menyuruh seluruh peserta didik untuk mengikuti instruksi yang diberikan pengajar

·         Penutup (10 Menit)
-          Menanyakan kembali apa saja yang telah diajarkan atau diberitahu kepada peserta didik
-          Memberikan snack berupa wafer kepada seluruh peserta didik
-          Mengucapkan selamat sore dan selamat beristirahat.

3. Pertemuan ketiga, Rabu 2 April 2014 
·         Pendahuluan/ Perkenalan (10 Menit)
-          Mengucapkan selamat sore
-          Menanyakan kabar hari ini
-          Menanyakan kegiatan di sekolah tadi 

·         Isi (40 menit)
-          Materi: Pengenalan Ms.Word
ü  Mengajarkan cara membuat tabel di Ms. Word
ü  Mengajarkan peserta didik membuat data menggunakan tabel.
ü  Meminta mereka membuat sendiri data menggunakan tabel (misalnya nama, tanggal lahir, alamat, dan lain-lain) 

·         Penutup (10 Menit)
-      Melakukan review kepada peserta didik mulai dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir
-      Memberikan kenang-kenangan berupa alat-alat tulis kepada seluruh peserta didik
-      Mengucapkan kata-kata perpisahan dan terima kasih kepada peserta didik
-      Mengucapkan selamat sore dan selamat beristirahat

B.  Pembagian Tugas Kelompok
1.      Pertemuan pertama
w  Pengajar 1       : Ajeng Diah Andhini
w  Pengajar 2       : Zulfa Dzatarohmah
w  Pengajar 3       : Laili Isrami
w  Observer         : Nadya Indah

2.      Pertemuan kedua
w  Pengajar 1       : Zulfa Dzatarohmah
w  Pengajar 2       : Nadya Indah
w  Pengajar 3       : Laili Isrami
w  Observer         : Ajeng Diah Andhini

3.      Pertemuan ketiga
w  Pengajar 1       : Laili Isrami
w  Pengajar 2       : Ajeng Diah Andhini
w  Pengajar 3       : Nadya Indah
w  Observer         : Zulfa Dzatarohmah

C.  Alat Bantu yang Digunakan
1.      Laptop  
2.      Kertas
3.      Alat tulis

BAB III
PROSES PEMBELAJARAN

A.SKENARIO
1.Pertemuan Pertama
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat sore. kemudian memperkenalkan diri kepada peserta didik. Selanjutnya peserta didik diminta untuk memperkenalkan diri mereka masing-maisng. Lalu, pengajar bertanya kepada beberapa peserta didik kegiatan apa yang dilakukan selama hari libur ini. Pengajar lalu mengeluarkan laptop dan meletakkannya diatas meja di depan masing-masing peserta didik yang duduk di atas lantai.  Pelajaran dimulai dengan membuka laptop dan menunjukkan kepada mereka cara menghidupkannya. Selanjutnya,  pengajar akan mengenalkan aplikasi apa saja yang ada di dalam laptop. Akhirnya peserta didik diminta untuk mengemukakan apa saja yang telah diajarkan oleh pengajar. Setelah satu persatu peserta didik mengemukakan pendapatnya, maka para pengajar memberikan snack berupa wafer kepada masing-masing peserta didik. Dan seluruh pengajar mengucapkan terima kasih dan selamat sore pada peserta didik. Pertemuan selesai.

2.Pertemuan Kedua
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat sore . Lalu, pengajar bertanya kepada beberapa peserta didik bagaimana kegiatan mereka di sekolah. Pengajar lalu mengeluarkan laptop dan  meletakkannya di atas meja di depan masing-masing peserta didik yang duduk di atas lantai.  Pelajaran dimulai dengan membuka laptop dan menyuruh peserta didik untuk menghidupkan laptopnya dan mengajarkan cara mengoperasikan Ms.Word. Selanjutnya pengajar akan mengenalkan toolbar yang ada di Ms. Word beserta fungsinya. Lalu peserta didik diajarkan cara mengetik di Ms. Word dengan memberikan kertas berisi tulisan yang akan diketik. Pertemuan diakhiri dengan menanyakan isi materi yang telah diberikan lalu memberikan snack berupa wafer kepada masing-masing peserta didik. Pertemuan hari kedua selesai.

3.Pertemuan Ketiga
Membuka kelas dengan menyapa dan mengucapkan selamat sore . Lalu, pengajar bertanya kepada beberapa peserta didik bagaimana kegiatan mereka di sekolah. Pengajar lalu mengeluarkan laptop dan  meletakkannya diatas meja di depan masing-masing peserta didik yang duduk diatas lantai. Lalu pengajar akan meminta pesera didik membuka laman Ms.Word dan mengajarkan cara membuat tabel menggunakan Ms.Word. Pengajar juga menunjukkan cara mengisi data dengan tabel yang telah dibuat oleh peserta didik dan meminta mereka membuat datanya sendiri seperti nama peserta didik, tempat tanggal lahir dan lain-lain. Pertemuan diakhiri dengan melakukan review terlebih dahulu kepada peserta didik mengenai isi materi yang telah diajarkan selama 3 pertemuan. Lalu, pengajar beserta observer mengucapkan terima kasih atas kehadiran perserta didik dan membagikan cenderamata kepada masing-masing peserta didik.

B. OBJEK OBSERVASI

1. Komunikasi
·         Pertemuan pertama, pembukaan dibawakan oleh Laili dimana ia melakukan salam kenal dengan berdiri di depan ruangan yaitu tepat berada di depan teras belakang rumah. Laili menyapa kelima anak dengan senyuman dan menyampaikan tujuan pertemuan dengan suara keras. Laili turut memperkenalkan dua pengajar lainnya dan observer. Selanjutnya ia menanyakan nama setiap anak dengan mendatangi posisi duduk mereka dan menurunkan postur tubuh sehingga sejajar dengan tinggi anak-anak tersebut. Laili juga berjabat tangan dengan mereka saat mereka menyebutkan nama serta memuji keindahan nama mereka seperti azzizah, andine, salsabila, denisa dan afifah. Laili juga memberikan lelucon yang membuat seisi ruangan tertawa. Bersama Ajeng dan Zulfa, mereka meminta kelima adik untuk duduk terpisah sambil terus bercengkrama dengan mereka hingga akhirnya memulai proses belajar. Ketiga pengajar melakukan rotasi kepada kelima anak setelah memberikan bahan ajar pertama. Selanjutnya, setiap anak dengan pengajar akan berdiskusi mengenai materi dengan suara pelan dikarenakan posisi duduk yang sejajar dengan anak lainnya yang menerima materi yang sama dengan pengajar lainnya. Apabila anak belum mengerti maka pengajar mengulangi materi, mempraktekannya dan menambahkan kata penyemangat seperti “ ayo, kakak pasti bisa..” “ ini mudah kok, dicoba dulu..” dan “ wah..pinter yaa” “ cantiknya..” dan “ bagus sekali..”. di akhir pertemuan setiap pengajar juga mengucapkan kata terima kasih dengan senyuman dan berkata “ besok kita ulang lagi yah.. ayo semangat..”

·         Pertemuan kedua, sama dengan pertemuan pertama dibuka dengan sapaan dan senyuman serta canda dari pengajar. Ajeng , Zulfa, Laili dan Nadya kini langsung berada diantara posisi duduk kelima anak. Sebelum memulai materi baru, setiap pengajar menanyakan kepada anak didiknya mengenai materi yang telah diajarkan sebelumnya. Posisi duduk mengahadap ke anak dan menyamping dari laptop. Sambil menunggu jawaban dari anak. Pengajar memberikan clue dengan menunjuk papan keyboard dan tertawa apabila anak berhasil mengingat dan mengatakan “ hebat kakak..” “ nah gitu dong..” . Karena materi pertemuan kedua ada mengetik karangan. Jadi pengajar hanya duduk di sebelah anak sambil sesekali mengkoreksi apabila ada kata yang terlewat dengan mengatakan “ itu ada yang salah kayaknya kak..” atau “ kamu yakin itu udah bener tulisannya ?”  dan tersenyum menatap anak dan membantu menunjukkan kata yang salah pada monitor. Pengajar juga sesekali mengusap bahu anak.

·         Pertemuan terakhir, anak yang mampu mengikuti materi menerima pujian seperti “ bagus..” “ pintarnya adik kakak..” dan apabila respon yang diberikan kurang lengkap atau salah akan menerima perkataan seperti “ kamu yakin? Coba diingat-ingat lagi..” dan “ sepertinya gak kayak gitu deh..” dari pengajar.  Saat pertemuan berakhir. Masing-masing pengajar mengucapkan terima kasih dengan memeluk dan berjabat tangan dengan kelima anak.

2.    Respon Audiens
         Di pertemuan awal, anak masih diam dan menjawab apa yang ditanya seadanya. Dari kelima anak, semuanya responsif.  Salah satu anak bernama afifah bersuara sangat kecil sehingga pengajar harus berkali-kali memintanya mengulangi jawaban karena tidak kedengaran. Namun, keseluruhan anak mampu menguasai materi dengan cepat walaupun ada kesalahan yang membuat materi harus kembali diulang. Mereka juga bertanya kembali apabila masih belum mengerti penjelasan dari pengajar. Mereka juga mau menceritakan pengalaman belajar di sekolah pada masing-masing pengajar. Tertawa mendengar lelucon dari pengajar dan tersenyum apabila pengajar tersenyum pada mereka. Bahkan ketika pengajar menyatakan “ kayaknya belum bener deh, coba diinget lagi caranya..” anak tersebut langsung mengulangi dan tersenyum karena menyadari kesalahannya. Tidak ada wajah dengan kening berkerut dan bibir mengerucut pada kelima anak tersebut. Terlebih ketika di akhir pertemuan mereka menerima snack. Mereka mengucapkan terima kasih dengan suara keras dan bergumam “ yeee...” dan tersenyum kepada pengajar. 


BAB IV
EVALUASI

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa yang dimaksud 'guru' adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Kompetensi Pedagogik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari empat kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik.
Tanggung jawab pendidik, praktisi, guru, akademisi atau pemangku kepentingan makin berubah dan meluas lingkupnya, karena harus berpartisipasi aktif untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memperluas mandat pendidik membutuhkan kebijakan proaktif yang bertujuan pada redistribusi fleksibel peran mereka di sekolah dan ruang kelas, bukan lagi berangkat dari model mengajar dan belajar dalam makna transmisi sempit. Di sisi lain, sekolah dan guru makin membutuhkan sebuah visi kurikulum yang terbuka.
Pengajaran yang kelompok lakukan tidak informal karena tidak dilaksanakan di lembaga pendidikan formal seperti taman kanak-kanak sekolah dasar dan sebagainya. Namun, mengajar tidak hanya dapat dilakukan di tempat dengan fasilitas sangat memadai seperti ruang kelas, meja dan kursi guru maupun meja dan kursi murid apalagi papan tulis. Sesuai dengan pengertian mengajar dalam buku  karangan Sudarwan Danim yaitu seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi tertentu dan dengan menggunakan media tertentu. Terbukti dari pengertian tersebut bahwa mengajar dapat dilakukan dimana pun, kapan pun dan menggunakan media apa saja. Yang terpenting adalah komunikasi dua arah yang tercipta diantara pengajar dan subjek yang diberikan pengajaran. Dari sini, muncul pedagogi yang memiliki berbagai pengertian sesuai dengan pendekatannya. Pertama, kami akan membahas keseluruhan proses mengajar ini. Pengajaran yang kami lakukan mengunakan teknik pedagogi dikarenakan proses pembejarannya menggunakan prinsip-prinsip pedagogi seperti gaya belajar masih bergantung pada pengajar atau dependen. Kelima anak masih berpatok kepada apa yang dikatakan oleh pengajar mengenai suatu informasi. Mereka juga masih dibawah kontrol pengajar walaupun bukan sebagai rekening bank yaitu istilah yang digunakan dalam pedagogi apabila peserta didik hanya menjadi pendengar dan bersiap untuk dimasukkan informasi apa saja oleh pengajar.
 Selain itu,  mengasumsikan peserta didik tidak memiliki informasi maupun pengalaman terkait materi sebelum diajarkan. Ini terlihat ketika anak ternyata belum pernah praktek langsung cara mengetik atau pengoperasian komputer lainnya. dan pengajar merupakan sumber utama yang memberikan ide dan contoh. Tujuan pembelajaran juga telah ditentukan sebelumnya yaitu anak atau peserta didik mampu mengoperasikan komputer, program Ms word dasar, mengetik dan membuat tabel kerja di Ms. Word.  Namun, proses pembelajaran ini menggunakan konsep learning by doing yang dipopulerkan oleh Calestin freinet. Dimana peserta didik diberikan contoh cara mengoperasikan atau praktik langsung setelah diberikan pengarahan teoritis terlebih dahulu. Disini anak akan belajar lebih mudah karena mempraktekkan langsung informasi yang ia peroleh. Salah satu esensi pedagogi menurut Freinet adalah pedagogi kerja yaitu siswa belajar dengan membuat produk yang berguna atau menyediakan layanan yang bermanfaat. Pada kegiatan pengajaran kami, anak membuat tabel yang berisi jadwal pelajaran atau jadwal les mereka. Dibuat semenarik mungkin sehingga anak tertarik dan menggunakan tabel tersebut untuk memudahkan kehidupan sehari-hari mereka khususnya untuk keperluan pendidikan.
Ini semua sesuai dengan latar belakang yang menyatakan bahwa kita hidup di zaman globalisasi ketika semua informasi dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Pekerjaan juga dapat terselesaikan dengan cepat berkat kecanggihan teknologi. Selain itu kompetensi yang dimiliki individu terkait teknologi juga sangat dibutuhkan. Bahkan, fakta dilapangan banyak anak-anak usia sekolah dasar telah menggunakan gadget canggih. Kurikulum di sekolah juga telah memasukkan pelajaran teknologi informasi termasuk praktek langsung menggunakan komputer di laboraturium. Teknologi sendiri berarti keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Contoh dari teknologi disini seperti laptop, handphone, tablet, dan banyak lagi. Tetapi kelompok hanya fokus pada teknologi berbasis laptop atau personal computer (PC).
Selanjutnya, pengajaran kami bersifat pedagogis karena dilaksanakan secara terus menerus. Danilov ( 1978 ) mendefinisikan istilah pedagogis sebagai proses interaksi terus-menerus dan saling berasimilasi antara pengetahuan ilmiah dan pengembangan siswa. Asimilasi pengetahuan oleh siswa berkaitan dengan antusiasme mereka untuk mengetahui informasi baru yang diberikan. Hal ini terlihat dari observasi dimana anak menanyakan kembali informasi secara mendetail apabila penjelasan yang disampaikan sebelumnya tidak jelas. Anak juga aktif saat diminta mengulangi materi yang telah diberikan. Disini juga terdapat aspek pedagogi transformatif dimana proses belajar seharusnya tidak boleh membatasi siswa dalam merespon sesuatu terkait bahan ajar. Pengajar memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada peserta didik untuk bertanya dan pengajar akan menjawab secara komprehensif. Selain itu tanggapan berupa pujian terhadap respon yang mereka berikan juga tidak terlewatkan.
Terlihat juga dari objek observasi yang berupa komunikasi pada hari pertama pertemuan dimana ketiga pengajar melakukan rotasi kepada kelima anak setelah memberikan bahan ajar pertama. Selanjutnya, setiap anak dengan pengajar akan berdiskusi mengenai materi dengan suara pelan dikarenakan posisi duduk yang sejajar dengan anak lainnya yang menerima materi yang sama dengan pengajar lainnya. Apabila anak belum mengerti maka pengajar mengulangi materi, mempraktekannya dan menambahkan kata penyemangat seperti “ayo, kakak pasti bisa..” “ini mudah kok, dicoba dulu..” dan “wah..pinter yaa” “cantiknya..” dan “bagus sekali..”. di akhir pertemuan setiap pengajar juga mengucapkan kata terima kasih dengan senyuman dan berkata “besok kita ulang lagi yah.. ayo semangat..”. Pada hari kedua pertemuan juga terlihat komunikasi yang menggambarkan pedagogi transformatif ketika pengajar memberikan clue dengan menunjuk papan keyboard dan tertawa apabila anak berhasil mengingat dan mengatakan “hebat kakak..” “nah gitu dong..”. Begitu juga pada hari ketiga pertemuan juga yang terlihat dari pertemuan terakhir, anak yang mampu mengikuti materi menerima pujian seperti “bagus..” “pintarnya adik kakak..” dan apabila respon yang diberikan kurang lengkap atau salah akan menerima perkataan seperti “kamu yakin? Coba diingat-ingat lagi..” dan “sepertinya gak kayak gitu deh..” dari pengajar.
Ada beberapa prinsip proses pedagogis yang dikemukan Addine (2001) salah satunya adalah setiap konten yang pembelajar ambil dari sekolah harus berguna dalam kehidupan sehari-hari, kini dan kelak. Meskipun konten yang peserta didik ambil kali ini tidak diperoleh dari sekolah namun sama-sama dari pengajaran maka apa yang mereka terima yaitu cara mengoperasikan komputer tentu sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari mereka kedepannya. Mereka yang masih dibangku sekolah dasar tentu akan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh sebab itu bekal informasi menggunakan Ms. Word penting. Ditambah fakta bahwa mereka tidak pernah melakukan praktek pelajaran teknologi informasi di sekolahnya. Sehingga apa yang mereka terima dari proses pengajaran yang dilakukan kelompok dapat menunjang proses belajar mereka di sekolah.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kelompok telah berhasil melaksanakan prinsip-prinsip pengajaran pedagogi baik melalui pendekatan teoritis, transformatif dan kritis. Dari kegiatan lapangan ini kelompok mengambil pembelajaran penting yaitu fleksibilitas, ilmu, karakter pengajar, audiens dan lingkungan sangat berperan penting dalam terciptanya proses pembelajaran yang tepat dan berguna sehingga menciptakan hubungan yang baik pula diantara pengajar dan peserta didik. Sesuai dengan pedagogi modern yang menyatakan bahwa teaching, learning dan hubungan antara guru dan peserta didik serta hal-hal lain yang mempengaruhi merupakan aspek penting dalam proses belajar mengajar.



Senin, 24 Maret 2014

Pedagogi atau Pedagogik?

Pedagogik adalah landasan teori tentang Pendidikan. Pedagogik hanya berbicara pada tataran  teori bagaimana anak yang dididik dapat  mencapai tujuan hidupnya. Dalam artian pedagogi merupakan praktek dari pedagogik.
Seorang guru harus terlebih dahulu mengetahui dan memahami pedagogik itu. Tanpa ada pemahaman yang kuat akan sebuah pedagogik, maka tujuan pendidikan yang dinginkan yaitu mengangkat harkat martabat manusia tidak akan terpenuhi. 
Langkah awal untuk mempelajari pedagogik , setidaknya ada 4 hakikat yang harus diketahui guru dalam proses kepadagogikan itu. 
1. Hakikat manusia
2. Hakikat Anak       
3.Hakikat Tujuan Pendidikan
4. Hakikat Proses
Keempat hakikat diatas, merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi guru jika ingin menjadi seorang guru yang profesional. Karena dengan mengetahui hakikat pedagogik tersebut, seorang guru tidak akan tersesat dalam proses pengajaran dan pendidikannya di sekolah.

Rabu, 12 Maret 2014

Pedagogi Tradisional dan Pedagogi Modern

Pedagogi Tradisional 

  • Interaksi antara guru dan siswa
  • Hanya sekedar seni mengajar sebagai guru
  • Seni mengajar dan mengasuh
  • Studi tentang bagaimana menjadi guru
  • Sebatas strategi mengajar 
  • Sekedar mentransformasikan ilmu
  • Kurikulum hanya berpusat pada buku teks
  • Lebih berpusat pada fokus pengajaran

Pedagogi Modern



  • Fasilitasi dan pengelolaan transformasi berkelanjutan
  • Ada proses interaksi antara guru, murid, dan faktor lingkungan seperti kurikulum, kelas, dll
  • Ada strategi pembelajaran dan teknik pembelajaran dan pengajaran
  • Studi untuk mengembangkan hubungan dialektis antara pedagogis sebagai ilmu dan seni 
  • Memiliki keterhubungan dengan dunia luas 
  • Sudah tahap merangsang agar anak didik mengeluarkan ilmu yang ia miliki
  • Kurikulum bersifat fleksibel
  • Lebih berfokus pada proses pembelajaran

Kamis, 27 Februari 2014

Pedagogi

Apa itu Pedagogi??
Berasal dari bahasa Yunani (Paidos = anak dan Ago = memimpin)

Paedagogi berasal dari bahasa Yunani (παιδαγωγέω paidagōgeō; dari παίς país:anak dan άγω ági: ) atau paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak-anak.. Dalam perkembangan selanjutnya istilah paedagogi berubah menjadi ilmu dan seni mengajar. Paedagogi juga merupakan kajian mengenai pengajaran, khususnya pengajaran dalam pendidikan formal, yaitu seni mengenai cara mengajar di sekolah. 

Isu yang terkait dengan Pedagogi. Apa saja?

  1. Sebuah proses yang memiliki tujuan seperti praktik mengajar anak-anak.
  2. Pekerjaan orang dewasa yang didalamnya juga terkait erat dengan mengajar anak-anak. Disini muncul pedagogi kritis yang juga diterapkan untuk orang dewasa.
  3. Pedagogi tidak hanya bicara tentang guru atau siswa namun terdapat konteks kurikulum, media pembelajaran maupun situasi pembelajaran.
Pedagogi Modern
  • Pengajaran yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi da menfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran

•       Belajar adalah proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
•       Hubungan antara siswa dan guru merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran

Normatif vs Pragmatis

a. Perspektif komparatif
b. Ilmu interdispliner
c. Proyek profesional guru
d. Pendukung dan pembatas

Pedagogi Transformatif

•       Statis vs Dinamis
Formal (akademik dan sertifikat guru) / statis
Menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyrakat / dinamis
•        Era Transisi
Pedagigi tidak hanya identik dengan gaya mengajar antara guru-siswa tetapi juga pengelolaan transformasi berkelanjutan 


sekian dulu informasi tentang Pedagogi, nantikan info berikutnya :)

Senin, 11 Juni 2012

SIMULASI PAEDAGOGI dan ANDRAGOGI

With :
Siti Rizki Kartika 11-032
Merry Christine 11-054
Chyntia Marilyn S 11-070
Paedagogi
Setting: Latihan Bersenjata Angkatan Militer
Komandan Militer diperankan oleh Merry
Anggota angkatan Militer diperankan oleh Ajeng ,  Siti Rizki  dan Chinthya Marilyn
Kondisi: Dalam latihan militer Komandan memberikan perintah yang harus dipatuhi dan diikuti oleh bawahannya tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, karena apabila melawan perintah Komandan, maka angkatan militer tersebut akan dihukum.
Merry: Bersiap, luruskan barisan. Menunduk! Tiarap! (semua anggota menurut)





Andragogi
Setting: Kursus Kecantikan (salon)
Instruktur (tutor) kursus salon diperankan oleh Ajeng
Siswa dalam kursus salon siperankan oleh Merry, Siti Rizki dan Chintya marilyn
Kondisi: Dalam proses kursus, siswa diminta untuk memberikan kreasi sendiri terhadap model rambut yang terbaik yang sedang trend di masa kini.
Ajeng: Menurut kalian model rambut apa yang sedang trend di masa kini?
Siti: model rambut panjang, terus dibagian bawahnya sedikit ikal atau keriting
Chintya : Rambut panjang pendek
Merry: menurut saya model rambut pendek yang di cat pirang.
Ajeng: Baiklah, coba gambarkan desain rambut yang kalian sarankan tersebut.
(Merry, Siti Rizki & Chintya): segera menggambar desain rambut pada selembar kertas




PERBEDAAN PAEDAGOGI & ANDRAGOGI
·      Pada Paedagogi, metode yang dilakukan ialah teacher’s centered dimana hanya 1 orang yang didengar, dituruti perintahnya tanpa peserta ajar mampu mengeluarkan pendapat ataupun tanggapan berkaitan dengan materi yang diajarkan.
·      Sedangkan pada Andragogi, metode yang dilakukan ialah learner centereddimana peserta ajar diberikan kebebasan untuk mengajukan pendapat berkaitan dengan materi pelajaran dan tugas guru hanyalah sebagai pendukung untuk peserta ajar agar peserta ajar memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran, dan menyadarkan peserta ajar akan pentingnya proses belajar tersebut.

Kamis, 07 Juni 2012

ANDRAGOGI



Andragogi berasal dari bahasa Yunani kuno: "aner", dengan akar kata andr, yang berarti orang dewasa, dan agogus yang berarti membimbing atau membina.
Andragogi secara harfiah dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar orang dewasa. Namun karena orang dewasa sebagai individu yang sudah mandiri dan mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka dalam andragogi yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri dan bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu.
Malcolm Knowles (1970) dalam mengembangkan konsep andragogi, mengembangkan empat pokok asumsi sebagai berikut:
a.    Konsep Diri: Asumsinya bahwa kesungguhan dan kematangan diri seseorang bergerak dari ketergantungan total (realita pada bayi) menuju ke arah pengembangan diri sehingga mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dan mandiri.
b.    Peranan Pengalaman: Asumsinya adalah bahwa sesuai dengan perjalanan waktu seorang individu tumbuh dan berkembang menuju ke arah kematangan. Dalam perjalanannya, seorang individu mengalami dan mengumpulkan berbagai pengalaman pahit-getirnya kehidupan, dimana hal ini menjadikan seorang individu sebagai sumber belajar yang demikian kaya, dan pada saat yang bersamaan individu tersebut memberikan dasar yang luas untuk belajar dan memperoleh pengalaman baru.
c.     Kesiapan Belajar : Asumsinya bahwa setiap individu semakin menjadi matang sesuai dengan perjalanan waktu, maka kesiapan belajar bukan ditentukan oleh kebutuhan atau paksaan akademik ataupun biologisnya, tetapi lebih banyak ditentukan oleh tuntutan perkembangan dan perubahan tugas dan peranan sosialnya. Pada seorang anak belajar karena adanya tuntutan akademik atau biologiknya.
d.    Orientasi Belajar: Asumsinya yaitu bahwa pada anak orientasi belajarnya seolah-olah sudah ditentukan dan dikondisikan untuk memiliki orientasi yang berpusat pada materi pembelajaran (Subject Matter Centered Orientation). Sedangkan pada orang dewasa mempunyai kecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan permasalahan yang dihadapi (Problem Centered Orientation).

 Langkah-langkah Pelaksanaan Andragogi 

Langkah-langkah kegiatan dan pengorganisasian program pendidikan yang menggunakan asas-asas pendekatan andragogi, selalu melibatkan tujuh proses sebagai berikut : 

1. Menciptakan iklim untuk belajar 
2. Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu 
3. Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai 
4. Merumuskan tujuan belajar 
5. Merancang kegiatan belajar 
6. Melaksanakan kegiatan belajar 
7. Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian nilai-nilai. 

PAEDAGOGI



Menurut hasil diskusi yang saya dan teman-teman bersama ratri, saya menyimpulkan bahwa pengertian pedagogi itu adalah seni mengajar pada anak-anak yang bertujuan untuk mengoptimalkan perilaku anak dan mengantarkan anak menjadi lebih dewasa. Psikologi pendidikan merupakan cakupan dari pedagogi tersebut, kalau psikologi pendidikan merupakan interaksi yang terjadi didalam sebuah sekolah, pedagogi adalah system mengajar yang terjadi disekolah tersebut. Sehingga arti pedagogi itu sendiri berbeda-beda bagi setiap orang, karena semua orang mempunyai cara mengajar yang berbeda-beda. Pedagogi juga merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar menajdi lebih dewasa dan mempunyai derajat hidup yang lebih baik.